Minggu, 07 Januari 2024

Makalah Hakikat Bahasa Indonesia

 Makalah Hakikat Bahasa Indonesia

BAB  I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang Masalah

Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan dan kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahasa Indonesia ini memiliki fungsi yang sangat dominan dalam segala aspek didalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa Indonesia harus dipelajari, dikembangkan, dioptimalkan penggunanaannya maupun fungsinya melalui mata pelajaran bahasa Indonesia yang diharapkan memunculkan sikap bangga dalam menggunakan Bahasa Indonesia sehingga akan tumbuh juga kesadaran akan pentingnya nilai-nilai yang terkandung didalam Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang wajib diberikan dari jenjang sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi. Hal itu dikarenakan bahasa Indonesia merupakan Bahasa Nasional sekaligus Bahasa Negara di Indonesia. Menurut Oka (Muslich, 2009:108), menyatakan bahwa sebagai Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai: lambang kebanggaan nasional, lambang identitas nasional, alat pemersatu bangsa, dan sebagai alat perhubungan antar budaya atau daerah. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional di Indonesia memiliki fungsi yang beragam, diantaranya adalah sebagai lambang kebanggaan nasional karena dipakai secara luas dan sangat dijunjung tinggi, sebagai lambang identitas nasional, alat untuk mempersatukan seluruh bangsa, dan sebagai alat perhubungan antar budaya atau daerah karena Bahasa Indonesia dapat dipakai oleh suku-suku bangsa yang berbeda bahasa sehingga mereka dapat saling berhubungan.

Untuk mewujudkan fungsi Bahasa Indonesia perlu diadakannya pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia dengan harapan bahasa indonesia bisa diakui oleh setiap warga negara indonesia. Pengembangan Bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan upaya yang strategis melalui pembelajaran Bahasa Indonesia. Pembinaan dan pengembangan yang berhasil akan memberikan suatu dampak yang positif bagi kemajuan berbagai aspek bangsa Indonesia. Untuk meningkatkan mutu dalam penggunaan Bahasa Indonesi, pengajaran dilakukan sejak dini, yakni mulai dari sekolah dasar yang nantinya digunakan sebagai landasan atau dasar pedidikan ke dalam jenjang yang lebih tinggi. Penguasaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat diketahui dari keterampilan berbahasa yang terdiri dari keterampilan membaca, menulis, berbicara, daan mendengarkan (Muslich, 2009:109). Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa penguasaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat diketahui dari keterampilan yang dimiliki seseorang dalam aspek membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Setiap keterampilan dalam bahasa mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang memiliki peran sangan penting. Tujuan membaca pada umumnya adalah untuk memperoleh informasi, mencakup isi dan memahami makna yang terkandung dalam suatu bahan bacaan. Dengan membaca, seseorang dapat memperluas wawasan dan pengetahuannya. Semakin banyak seseorang dalam membaca, maka semakin luas pula wawasannya. Dalam aktivitas membaca, seseorang tidak lepas dari suatu bahan bacaan atau wacan. Membaca merupakan proses yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh isi atau pesan yang terkandung didalam suatu bacaan yang terdiri dari beberapa paragraf didalamnya.

B.     Rumusan Masalah

-          Bagaimana hakikat Bahasa Indonesia?

-          Bagaimana Sejarah Bahasa Indonesia?

-          Bagaimana Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia?

-          Apa saja Ragam Bahasa yang ada di Indonesia?

 

       C.Tujuan Penulisan

-          Untuk mengetahui Hakikat Bahasa Indonesia.

-          Untuk mengetahui Sejarah Bahasa Indonesia.

-          Untuk megetahui Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia.

-          Untuk mengetahui Ragam Bahasa yang ada di Indonesia.

 

 

BAB 2

PEMBAHASAN

 

A.    Hakikat Bahasa Indonesia

Rumusan tentang hakikat Bahasa Indonesia dikemukakan Machfudz (2000) bahwa, “Hakikat Bahasa Indonesia adalah: bahasa sebagai simbol, bahasa sebagai bunyi ujaran, bahasa bersifat arbitrer, dan Bahasa bersifat konvensional.” Arti kata hakikat bila merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (Ali, 1990) memiliki pengertian intisari atau dasar. Hakikat bahasa dapat diartikan sebagai sesuatu yang mendasar dari bahasa.

Pada dasarnya bahasa merupakan rangkaian bunyi yang melambangkan pikiran, perasaan, dan sikap. Dalam hal ini bahasa dapat diartikan sebagai lambang. Bahasa memiliki beberapa sifat antara lain: Bahasa merupakan sebuah sistem, berwujud lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, bermakna, bersifat konsvensional, bersifat universal, produktif, bervariasi, dinamis, dan sebagai alat interaksi sosial. Bahasa merupakan salah satu unsur identitas nasional. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambangan yang secara arbilter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi manusia. Di Indonesia terdapat berbagai macam daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis.

 

B.     Sejarah Bahasa Indonesia

a.    Sejarah Bahasa Indonesia Sebelum Masa Kolonialisme

Menurut linguistik, bahasa Indonesia adalah sebuah variasi dari bahasa Melayu Riau, tetapi telah mengalami perkembangan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja dan proses pembakuan pada awal abad ke-20. Sampai saat ini, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup dan terus berkembang dengan pengayaan kosakata baru, baik melalui penciptaan maupun melalui penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuno.

Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.

Informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen, Kou-luen , K’ouen-louen, Kw’enlun. Kun’lun (Parnikel, 1977:91), K’un-lun (Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sanskerta. Yang dimaksud Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu.

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra pada abad ke-16 dan abad ke-17 seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.

Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya.

Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.

b.   Perkembangan Bahasa Indonesia Pada Masa Kolonialisme

Sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek bahasa Melayu (melayao). Telah berabad-abad  bahasa Melayu dipakai sebagai alat perhubungan antar penduduk Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan bahasa. Pada masa penjajahan Belanda, bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan yang luas. Bahkan komunikasi antara pemerintah Belanda dan penduduk Indonesia yang memiliki berbagai macam bahasa juga menggunakan bahasa Melayu.

Pada tahun 1928 saat dilangsungkannya Kongres Pemuda pada tanggal 28 Oktober, bahasa Melayu diubah namanya menjadi bahasa Indonesia dan diikrarkan sebagai bahasa persatuan atau bahasa nasional dalam Sumpah Pemuda.  Pada masa penjajahan Jepang, pemerintah Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda. Pelarangan ini mempunyai dampak yang positif terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Saat itu pemakaian bahasa Indonesia semakin meluas. Bahasa Indonesia dipakai dalam berbagai aspek kehidupan termasuk kehidupan politik dan pemerintahan yang sebelumnya lebih banyak menggunakan bahasa Belanda.

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan UUD 1945 yang di dalamnya terdapat pasal yang menyatakan bahwa “Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia”. Pernyataan dalam pasal tersebut mengandung konsekuensi bahwa selain menjadi bahasa nasional bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa negara sehingga dipakai dalam semua urusan yang berkaitan dengan pemerintahan dan negara.

Pada masa kemerdekaan, bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang amat pesat. Setiap tahun jumlah pemakai bahasa Indonesia semakin bertambah. Perhatian pemerintah Indonesia terhadap perkembangan bahasa Indonesia juga sangat besar. Hal ini terbuktu dengan dibentuknya sebuah lembaga yang mengurus masalah kebahasaan yang saat ini dikenal dengan nama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Berbagai upaya mengembangkan bahasa Indonesia telah ditempuh, seperti adanya perubahan ejaan dari ejaan Van Ophuijsen, ejaan Suwandi, Ejaan yang Disempurnakan (EYD), hingga sekarang yang berlaku adalah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) berdasarkan Peraturan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia, Bahasa Indonesia terus mengalami perubahan dan pembekuan kata hingga sekarang.

 

C.    Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Kedudukan bahasa Indonesia terbagi menjadi beberapa peran, yakni:

a.    Bahasa Resmi Kenegaraan

Fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara cukup beragam.Bahasa Indonesia sendiri merupakan bahasa nasional yang berasal dari bahasa Melayu. Bahasa ini resmi ditetapkan sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar pendidikan, alat perhubungan tingkat nasional dan alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, serta teknologi.

Kenegaraan dan penyelenggaraannya harus menggunakan bahasa Indonesia. Kegiatan yang dimaksud contohnya seperti upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan. Salah satu kegiatan tersebut adalah penulisan dokumen dan putusan-putusan serta surat-surat yang dikeluarkan oleh pemerintah dan badan-badan kenegaraan lainnya, serta pidato-pidato kenegaraan.

b.   Bahasa Pengantar Dalam Dunia Pendidikan

Sebagai bahasa negara, fungsi bahasa Indonesia sendiri tentu sangat vital dalam dunia pendidikan di nusantara. Maka dari itu, fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara yang kedua ialah dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah dan perguruan tinggi. Bahasa Pengantar merupakan bahasa yang digunakan untuk menjadi pembuka atau pengantar di sekolah dan perguruan tinggi.

c.    Bahasa Komunikasi Tingkat Nasional

Dalam hal ini fungsi bahasa Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat komunikasi timbal-balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar daerah, dan antar suku, melainkan juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahasanya. Selain itu, juga berfungsi dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepengtingan pemerintah lainnya.

d.   Alat Pengembangan Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi

Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara selanjutnya ialah sebagai alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Di dalam hubungan ini, fungsi bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan masyarakat membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga bahasa Indonesia memiliki ciri-ciri dan identitasnya sendiri, yang membedakannya dengan kebudayaan daerah.

e.    Bahasa Media Massa

Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara yang terakhir ialah untuk menyampaikan berita lewat media massa yang harus menggunakan bahasa baku dan benar. Penyampaian Bahasa Indonesia dimedia mass bertujuan agar bangsa Indonesia mudah memahami tentang yang disampaikan.

 

D.    Ragam Bahasa Indonesia

Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaianya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara lawan bicara orang yang dibicarakan media pembicaraan. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar.

Ragam bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 macam yaitu:

1.    Berdasarkan media.

2.    Berdasarkan cara pandang penutur.

3.    Berdasarkan topik pembicaraan.

a.      Berdasarkan Media atau Sarana yang Digunakan.

1.    Ragam Bahasa Lisan.

Bahasa lisan artinya bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap berurusan dengan lafal. Ciri ciri ragam lisan yaitu:

-       Memerlukan orang kedua/temen bicara.

-       Tergantung situasi, kondisi,ruang dan waktu.

-       Tidak harus memperhatikan unsur gramatikal,hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.

-       Berlangsung cepat.

-       Serunf dapat berlangsung tanpa alat bantu.

-       Kesalahan dapat langsung dikoreksi.

-       Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.

2.    Ragam Bahasa Tulis.

Bahasa lisan artinya bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Ciri ciri ragam tulis yaitu:

-       Tidak memerlukan orang kedua/temen bicara.

-       Tidak tergantung kondisi, situasi, dan ruang serta waktu.

-       Harus memperhatikan unsur gramatikal.

-       Berlangsung lambat.

-       Selalu memakai alat bantu.

-       Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi.

-       Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.

b.      Ragam Bahasa Indonesia Berdasarkan Cara Pandang Penutur.

-       Ragam dialek

“Gue udah baca itu buku”

-       Ragam terpelajar

“Saya sudah membaca buku itu”

-       Ragam resmi

“Saya udah membaca buku itu”

-       Ragam tak resmi

“Saya sudah baca buku itu”

c.       Ragam Bahasa Indonesia Berdasarkan Topik Pembicaraan.

-       Ragam bahasa ilmiah

“Terdapat korelasi antara gemeran membaca buku dengan peningkatan kecerdasan anak”

-       Ragam hukum

“Hari ini terdakwa diminta untuk membacakan pledoi didepan sidang”

-       Ragam bisnis

“Berdasarkan kontrak kerja maka perusahaan diminta membayar down payment sebesar Rp 25.000.000”

-       Ragam Agama

“Sabda Nabi Saw: salah satu amal terbaik adalah shalat diawal waktu”

-       Ragam sosial

“Dana bantuan sementara adalah dana kompensasi kenaikan harga BBM untuk warga kurang mampu”

-       Ragam kedokteran

“Diabetes melitus biasa disebut orang dengan penyakit gula”

-       Ragam sastra

“Aku ini binatang jalang”

Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa:

1.    Faktor budaya.

2.    Faktor geografis.

3.    Faktor ilmu pengetahuan.

4.    Faktor sejarah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab 3

Penutup

A.    Kesimpulan

Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang mempunyai sifat patriotisme terhadap bangsa dan negara haruslah kita sebagai generasi muda penerus bangsa senantiasa menjaga dan menjunjung tinggi apa yang kita miliki agar bahasa Indonesia selalu berkembang lebih baik tanpa harus terkontaminasi oleh pihak luar. Pada hakikatnya Bahasa Indonesia merupakan Bahasa Nasional Indonesia dan sarana untuk berkomunikasi antar sesama umat. Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh manusia. Namun kemampuan itu tidak dibawa sejak lahir dan dikuasai dengan sendirinya melainkan harus dipelajari. Tanpa bahasa tidak mungkin manusia dapat berfikir lanjut serta mencapai kemajuan dan teknologi seperti sekarang ini. Untuk itu sangatlah penting mempelajari hakikat, fungsi bahasa dan masyarakat, serta kedudukan bahasa Indonesia.

 

B.     Saran

Sebagai warga negara sudah sepatutnya kita untuk menggunakan dan melestarikan Bahasa Indonesia tanpa menghilangkan bahasa daerah atau dialek daerah. Sadar akan pentingnya Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa, sebagai bahasa resmi kenegaraan,  sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan, sebagai bahasa komunikasi tingkat nasional, sebagai alat pengembangan kebudayaan, sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagai bahasa media massa.

 

 

 

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

https://ditsmp.kemdikbud.go.id/dari-mana-datangnya-bahasa-indonesia/#:~:text=Bahasa%20Indonesia%20lahir%20pada%20tanggal,menjunjung%20bahasa%20persatuan%2C%20bahasa%20Indonesia

http://sungaipenuh.kemenag.go.id/opini/37/sejarah-bahasa-indonesia.html

https://balaibahasapapua.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2021/08/1.-Sejarah-dan-Perkembangan-Bahasa-Indonesia.pdf

http://repository.upstegal.ac.id/377/1/B.INDON%20SBG%20B.NEGARA.doc#:~:text=sebagai%20bahasa%20negara.-,Di%20dalam%20kedudukannya%20sebagai%20bahasa%20negara%2C%20bahasa%20Indonesia%20berfungsi%20sebagai,dan%20(4)%20alat%20pengembangan%20kebudayaan

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5876568/5-fungsi-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-negara

https://m.merdeka.com/jatim/fungsi-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-pemersatu-bangsa-ketahui-sejarahnya-kln.html


http://agroteknologi.uma.ac.id/wp-content/uploads/2019/07/P.4-KEDUDUKAN-BAHASA-INDONESIA.ppt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kolaborasi Antar Warga Sekolah dalam Mempersiapkan Acara School Play di SD Mutiara Harapan Islamic School Bangka Acara STEAM Fair di SD Muti...