Sampah Membuat Jadi Kumuh dan Tidak Sehat
Penulis: Dian Lestari
Menurut World Health Organization (WHO), sampah adalah barang yang berasal dari kegiatan manusia yang tidak lagi digunakan, baik tidak dipakai, tidak disenangi, ataupun yang dibuang. Pengertian tersebut mengartikan bahwa limbah sisa buangan merupakan benda yang tidak disenangi sehingga banyak orang yang akan membuangnya ke alam. Sayangnya, kita masih banyak beranggapan bahwa sampah merupakan barang sepele dan membuangnya sesuka hati kita dimana saja kita berada. Tidak jarang kita melihat pemakai jalan raya seenaknya membuang sampah di depan dagangan tanpa merasa risih. Di pinggir jalan terlihat tumpukan sampah yang menyerupai gunung kecil, berserakan. Di parit-parit juga terlihat penuh oleh bermacam-macam sampah. Dari kejadian seperti ini bisa dikatakan bahwa masyarakat belum menyadari bahwa sampah yang dibuang ini mempunyai dampak terhadap kesehatan masyarakat dan menimbulkan kekumuhan.
Di zaman dahulu, sampah belum menjadi masalah. Tetapi dengan bertambahnya penduduk jumlah penduduk dengan ruang lingkup yang tetap, semakin hari masalah sampah jadi semakin besar. Hal tersebut terjadi dari perubahan modernisasi kehidupan dan perkembangan teknologi, dimana aktivitas manusia meningkat. Semakin banyaknya aktivitas, banyak pula jenis sampah yang dihasilkan, terutama sampah yang berasal dari perumahan, artinya sampah ini dihasilkan oleh penduduk setempat yang melakukan pembuangan sisa-sisa dari barang-barang atau produk-produk yang telah mereka pakai. Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh manusia sebagai pengguna barang.Oleh karena banyaknya sampah yang timbul, ini menyebabkan berbagai masalah dalam kehidupan manusia, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun budaya. Kesehatan seorang atau masyarakat merupakan masalah sosial yang selalu berkaitan antara komponen-komponen yang ada dalam masyarakat.
Jika sampah dapat diamankan dan didaur ulang, maka sampah tidak akan menjadi potensi yang berpengaruh terhadap lingkungan. Namun, jika sampah yang dikelola tidak berada pada tempat yang menjamin keamanan lingkungan dan tidak adanya proses daur ulang, maka hal itu berdampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan menjadi kumuh, dan menarik bagi berbagai binatang, seperti lalat dan anjing, yang dapat membawa penyakit. Adapun potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan misalnya diare, kolera, tipus dan jamur dapat menyebar dengan cepat, karena sampah yang tidak dikelola tepat dapat bercampur dengan air minum dan menyebarkan virus penyakit.
Sampah yang bisa masuk ke dalam sungai akan mencemari air bahkan menyumbatkan aliran sungai sehingga menyebabkan banjir. Berbagai organisme di air, termasuk ikan, dapat mati. Lebih ekstremnya lagi, beberapa spesies air dapat punah dan mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan. Sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas cair organik seperti metana. Tentunya hal itu dapat membahayakan masyarakat luas.
Melihat berbagai masalah dalam kehidupan masyarakat, sudah saatnya perubahan dalam pengelolaan sampah dilakukan. Menurut Wikipedia, Pengelolaan sampah berarti adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaurulangan, atau pembuangan dari material sampah. Pengelolaan sampah yang baik tentu dapat mengurangi dampak negatif pada kesehatan, lingkungan, dan keindahan. Pemerintahan kabupaten/kota dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menangani masalah sampah yang ada. Masalah sampah adalah merupakan prioritas pemerintah kabupaten/kota. Keterlibatan dan dukungan dari masyarakat tentunya penting dilakukan demi terwujudnya program pemerintah. Kebijakan pemerintah dapat berupa pengalokasian sampah ke suatu tempat yang sesuai. Tempat yang sesuai harus jauh dari permukiman penduduk. Jarak tempat sampah dengan sumber mata air bersih juga harus menjadi perhatian, karena sampah-sampah yang dibuang dapat mencemari sumber air bersih. Berbagai penyakit dapat disebabkan oleh sumber air yang tercemar, misalnya sakit perut. Dan tempat sampah harus jauh dari daerah pertanian dan perkebunan
Selain itu, kita juga dapat mengubur sampah. Hal ini merupakan salah satu cara dalam
pengelolaan sampah. Penguburan sampah dapat dilakukan di tanah yang ditinggalkan,
lubang bekas pertambangan, atau lubang alam. Suatu tempat penguburan
yang dikelola dengan baik menghasilkan tempat pembuangan yang hiegenis
dan murah. Sampah yang dibiarkan diruangan terbuka dapat menimbulkan bau tak
sedap, pemandangan yang tidak menarik dan sarang untuk berbagai jenis hewan dan penyebab penyakit. Oleh karena itu, kita harus ikut serta dalam proses penanggulangan sampah agar tidak merugikan kehidupan manusia dan ekosistem lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar